Minggu, 20 Juli 2014

PROPOSAL



PROPOSAL


Pemanfaatan Media Cetak Untuk Memperkaya Pemahaman
Materi Gagasan Utama Teks Bacaan
“di KELAS VII A MTs. AL FATAH” Melalui model Pembelajaran
Kerja Kelompok




Written By :
AHMAD SAIRI, S.Pd



Masalah yang dipecahkan
Rendahnya hasil belajar Bahasa Indonesia bidang ketatabahasaan “materi gagasan utama teks bacaan.”



Tujuan
Memperkaya pemahaman ketatabahasaan materi gagasan utama teks bacaan


Tindakan untuk mengatasinya
Mewajibkan siswa membaca lima judul artikel dari surat kabar dan menemukan gagasan utamanya di rumah.

Tempat Penelitian
( MTs. Al Fatah Badas Kediri)

I.          PENDAHULUAN
1.1   Latar Belakang
Salah satu materi Bahasa Indonesia bidang ketatabahasaan pada kelas VII MTs. Al Fatah adalah menemukan gagasan utama dalam teks bacaan tersebut. Dalam materi ini diuraikan tentang jenis-jenis paragraf, ciri-ciri kalimat utama, serta letak sebuah gagasan utama-penjelas dan merumuskan gagasan utama dari kalimat utama/topic sebuah paragraf. Tidak jauh berbeda dengan sekolah dan madrasah yang lain, di MTs. Al Fatah juga diadakan ulangan harian setiap materi pokok selesai dibahas, bahkan setiap akhir pertemuan selalu diadakan tes-tes secara lisan untuk mengukur sejauh mana siswa dapat menyerap materi yang telah diberikan oleh guru mata pelajaran. Pada semester genap tahun pelajaran 2008/2009 hasil ulangan harian menemukan kalimat utama dan merumuskan gagasan utama dalam tiap paragraf yang ditemukan sangat tidak memuaskan. Bahkan, sudah dibentuk model ulangan dan latihan yang sedemikian variatifnya, juga belum memperoleh hasil yang optimal, seperti contoh siswa diminta untuk membaca teks bacaan yang paling disukai, dan melihat langsung contoh yang ditempelkan di papan tulis, juga tidak banyak membantu. Dari tes lisanpun juga demikian, dari jumlah total 43 siswa, hanya 35 % yang mampu menjawab dengan tepat, itupun butuh panduan khusus untuk dapat menjawabnya sisanya 65% tidak dapat menjawab dengan benar, meskipun benar hanya kebetulan menebak saja atau mendapat bantuan dari temannya yang sudah lebih dahulu paham.
1.2   Rumusan Masalah dan Rencana Pemecahannya.
1.2.1 Rumusan Masalah
  1. Bagaimana memperkaya pemahaman materi gagasan utama di kelas VII A MTs. Al Fatah melalui metode pembelajaran kerja kelompok
  2. Bagaimana cara menentukan jenis paragraf untuk menemukan gagasan utama dalam teks
1.2.2        Rencana pemecahan masalah
Kurangnya motivasi dan minat belajar siswa dalam bidang ketatabahasaan khususnya dalam menemukan dan memprediksikan sebuah gagasan utama, disebabkan oleh penjelasan guru yang sulit dicerna oleh siswa, guru lupa mendefinisikan hal-hal/istilah asing terkait dengan gagasan utama dalam paragraf dan kurang detail dalam menjelaskan serta bagaimana cara paling gampang dalam menentukan gagasan utama dalam paragraf. Di samping itu, siswa enggan untuk mengajukan pertanyaan meskipun tidak paham dengan materi yang disampaikan, guru juga kurang peka dan kurang mampu memprovokasi siswanya untuk berani dan mencoba bertanya, dan siswa sering mencari celah untuk berkomunikasi sesama mereka karena tak kunjung menangkap materi yang sedang diberikan hingga berujung pada kebosanan. Menemukan dan menentukan sebuah gagasan utama dalam paragraf membutuhkan kecermatan dan ketelitian yang sangat tinggi, karena di situ siswa dihadapi langsung dengan beberapa kalimat myang notabene hamper sama antara kalimat utama dan kalimat penjelas. Siswa belum benar-benar paham tentang perbedaan kalimat utama dan penjelas. Mayoritas siswa Cuma mampu menentukan letak sebuah gagasan utama yang bersifat gambling atau menebak antara di awal dan di akhir paragraf.


1.3      Perumusan Hipotesis
Jika proses pembelajaran kelompok materi gagasan utama teks bacaan dilakukan dengan memanfaatkan media cetak maka dapat menambah pemahaman siswa dalam menentukan gagasan utama dalam teks bacaan.
Sedangkan, apabila rumusan masalah kedua yang dipilih maka dapat dibuat hipotesis sebagai berikut :
Pembelajaran Bahasa Indonesia bidang ketatabahasaan akan lebih mudah dicerna siswa jika guru menggunakan dan memanfaatkan media pembelajaran yang sesuai dan menerapkan pemebelajaran kerja kelompok yang saling mengisi satu sama lain.
1.4      Tujuan
1.4.2        Tujuan Khusus
Ø  Memperkaya pemahaman siswa pada ketatabahasaan Bahasa Indonesia materi gagasan utama dalam teks bacaan.
Ø  Meningkatkan motivasi siswa dalam belajar kelompok untuk dapat saling berinteraksi dan berdiskusi tentang materi yang sedang dikerjakan.
1.4.3        Tujuan Umum
Ø  Meningkatkan pemahaman tentang bidang ketatabahasaan khususnya materi gagasan utama.
Ø  Meningkatkan kualitas belajar-mengajar Bahasa Indonesia
Ø  Membiasakan para siswa untuk terlatih dan termotivasi membaca media yang dimanfaatkan dalam materi tersebut.
1.5      Indikataor Keberhasilan
Sebagai indikator tercapainya tujuan adalah :
1.      Minimal 80% siswa memahami ciri-ciri gagasan utama dan dapat menentukannya.
2.      Minimal 70 % Siswa termotivasi dalam kegiatan membaca artikel di surat kabar dan tergerak untuk mencari gagasan utamanya.
1.6      Manfaat
Hasil penelitian mempunyai manfaat bagi siswa, guru, maupun sekolah
1.6.2        Manfaat bagi siswa
Ø  Siswa terbiasa membaca artikel-artikel yang terdapat dalam surat kabar
Ø  Siswa dengan semangat akan mengikuti pelajaran Bahasa Indonesia karena senang dengan model pembelajarannya.
Ø  Pengetahuan siswa tentang khasanah ketatabahasaan Bahasa Indonesia bertambah luas.
Ø  Siswa jadi lebih agresif dan interaktif dalam berkomunikasi antarteman sekelompok.
1.6.3        Manfaat bagi guru
Ø  Dari hati nurani seorang guru yang paling dalam akan tumbuh rasa percaya diri dan akan terus melakukan perbaikan-perbaikan dalam proses belajar-mengajar.
Ø  Wawasan guru semakin bertambah luas baik dalam hal materi maupun metode pembelajaran


1.6.4        Manfaat bagi madrasah
Ø  Terciptanya atmosfir yang kondusif dalam bidang penelitian tindakan kelas, yang pada ujungnya akan meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan di sekolah tersebut.




II. KERANGKA TEORI
2.1 Srategi Pembelajaran
Strategi pembelajaran merupakan usaha untuk memperoleh kesuksesan dan keberhasilan dalam mencapai tujuan. Dalam dunia pendidikan strategi dapat diartikan sebagai a plan, method, or series of activities designed to achives a particular educational goal diterjemahkan. Strategi pembelajaran dapat diartikan sebagai perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang di desain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Strategi pembelajaran termasuk penggunaan metode dan pemanfaatan berbagai sumber daya atau kekuatan dalam pembelajaran yang disusun untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam hal ini adalah tujuan pembelajaran ( J. R. David 1976 dalam TOT  PTK/S PW LP Ma’arif NU Jawa Timur , 2008 : 3).
2.2 Metode kerja kelompok
Metode kerja kelompok atau bekerja dalam situasi kelompok  mengandung pengertian bahwa siswa dalam satu kelas dipandang sebagai satu kesatuan (kelompok) tersendiri atau dibagi atas kelompok-kelompok kecil (sub-sub kelompok). Kelompok dapat dibuat berdasarkan :
a.       Perbedaan individual dalam kemampuan belajar, terutama jika kelas tersebut sifatnya heterogen dalam belajar.
b.      Perbedaan minat belajar, dibuat kelompok yang terdiri atas siswa yang punya minat yang sama.
c.       Pengelompokkan berdasarkan jenis pekerjaan yang akan kita berikan.
d.      Pengelompokkan atas dasar wilayah tempat tinggal siswa yang tinggal dalam satu wilayah dan dikelompokkan dalam satu kelompok, sehingga memudahkan koordinasi kerja.
e.       Pengelompokkan secara random atau dilotre, tidak melihat factor-faktor lain.
f.       Pengelompokkan atas dasar jenis kelamin, ada kelompok pria dan kelompok    ( Penelitian Tindakan Kelas/Sekolah LP Ma’arif NU Jawa Timur, 2008 : 27)
Kalau di lihat dari segi proses kerjanya maka kerja kelompok ada dua macam, yaitu kelompok jangka pendek dan kelompok jangka panjang.
1.      Kelompok jangka pendek , artinya jangka waktu untuk bekerja dalam kelompok tersebut hanya pada saat itu saja, jadi sifatnya incidental.
2.      Kelompok jangka panjang, , artinya proses kerja dalam kelompok itu bukan hanya pada saat itu saja, mungkin berlaku untuk satu periode tertentu sesuai sesuai dengan tugas/masalah yang akan dipecahkan.
2.3 Belajar kelompok
 (Hamalik, 2003 : 155) menyatakan bahwa suatu kelompok yang efektif memiliki unsur-unsur sebagai berikut :
Ø  Adanya bermacam-macam kebutuhan para anggotanya yang dinyatakan dalam bentuk permasalahan.
Ø  Para anggota mempunyai masalah yang dipahami mereka.
Ø  Masalah-masalah itu diajukan dalam bentuk sejumlah pertanyaan tentang nilai yang mengakibatkan timbulnya berbagai jawaban yang berbeda-beda.
Ø  Kelompok memiliki tujuan tertentu yangsekaligus menjadi tujuan anggota.
Ø  Tiap individu bertanggung jawab memberikan sumbangan tertentu untuk mencapai tujuan kelompok.
Ø  Ada proses pertukaran pendapat dan pengalaman dalam kelompok.
Unsur-unsur tersebut menyebabkan dinamika kelompok yag mempengaruhi sikap dan perilaku kelompok sendiri.

















II.    METODE PENELITIAN
3.1 Latar/Setting penelitian
            Subyek yang menjadi sasaran dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII A MTs. Al Fatah Badas. MTs. Al Fatah ini berada di tengah-tengah pusat pemerintahan Kecamatan Badas berdekatan jalan raya jalur lintas kabupaten. Di sebelah timur madrasah terdapat pasar induk, di sebelah utara terdapat kantor PC NU Kecamatan Badas yang masih memiliki ikatan emosional dengan MTs. Al Fatah, karena madrasah ini merupakan lembaga yang bernaung di bawah Lembaga Pendidikan Ma’arif NU yang berbasis Ahlusunnah wal Jama’ah. Di jalan menuju kantor pusat MTs. Juga terdapat sebuah leashing  yang bergerak di bidang perkreditan yaitu Bank Central Artha. Dari letak geografisnya pun MTs. Al Fatah juga tidak satu latar, maksudnya antara local kelas 9 dengan local kelas 7 dan 8 sedikit berjauhan, kurang lebih 250 meter di sebelah utara kantor pusat. Hal juga salah satu factor penghambat dalam system koordinasi siswa.
            Siswa-siswi MTs. Al Fatah pada umumnya berasal dari SD/MI di sekitar Kecamatan Badas. Namun, 5 % siswa juga ada yang berasal dari luar desa, kecamatan, bahkan luar kota Kediri. Karena system penjaringan siswa baru di MTs. Al Fatah tidak menggunakan rating pada nilai hasil ujian akhir, maka semua pendaftar diterima dan ditampung untuk kemudian dipilah-pilah berdasarkan kompetensi siswa dan jenis kelamin. Akibatnya, kemampuan akademis dan ekonomi, social dan peranan orang tua dalam pendidikan anak sangat beraneka ragam.
            Kelas VII MTs. Al Fatah memiliki tiga rombongan belajar, mulai dari kelas VII A, VII B, dan VII C. Di kelas VII A jumlah siswa mencapai 33 orang laki-laki berjumlah 15 dan perempuan berjumlah 18. Dalam pelajaran Bahasa Indonesia tahun lalau, khususnya materi gagasan utama, hanya sekitar 35% siswa yang mampu memperoleh nilai ulangan harian lebih dari 60.

3.2  Persiapan penelitian
Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan model yang telah dikembangkan Kemmis dan Taggart. Kemmis dan Taggart (1988) dalam Arcana menyatakan bahwa Prosedur penelitian meliputi serangkaian siklus yang saling terkait (berkesinambungan). Setiap siklus mencakup empat tahapan, anatara lain :
Ø  Persiapan tindakan
Ø  Pelaksanaan tindakan
Ø  Observasi/evaluasi
Ø  Refleksi
Setelah satu siklus berakhir, dilanjutkan dengan siklus berikutnya dengan memanfaatkan hasil refleksi pada siklus sebelumnya.
3.2.1        Penyiapan Skenario Pembelajaran
Skenario pembelajaran berupa langkah-langkah yang akan ditempuh dalam pembelajaran di kelas nyata. Scenario ini dituangkan dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Pada RPP tercantum satuan pendidikan, mata peajaran, kelas/semester, standar kompetensi, kompetensi dasar, alokasi waktu, tujuan pembelajaran, indicator pencapaian, sumber belajar, alat pembelajaran, pengalaman belajar, kegiatan inti, dan evaluasi.
3.2.2        Mempersiapakan sarana pendukung
Sarana pendukung yang dibutuhkan dalam pelaksanaan pembelajaran ini adalah :
Ø  Lembar Kerja Siswa (LKS)
Ø  Buku pegangan siswa (buku paket)
Ø  Media cetak (surat kabar)
Ø  Kertas untuk menuliskan catatan-catatan kecil.
Dalam penelitian tindakan kelas ini tidak diperlukan persiapan khsus mengenai interior kelas. Posisi meja-kursi akan diatur bersama-ssama dengan siswa. Waktu dan proses KBM yang lain juga berjalan sebagaimana mestinya. Tidak ada yang prioritas dalam hal ini.
3.2.3        Mempersiapkan instrument penelitian
Instrumen penelitian yang disiapkan meliputi perlengkapan untuk observasi proses/kegiatan. Yaitu, instrumen pengukuran hasil belajar, dan instrumen untuk refleksi.
3.2.4        Perencanaan langkah-langkah yang akan dilakukan di kelas nyata.
1.      Mengulas kembali jenis-jenis paragraph dan cara menentukan dan merumuskan gagasan utama sesuai dengan pokok bahasan pada satu kali pertemuan di kelas. Ulasan meliputi :
2.      Menjelaskan materi berita dan memfokuskan materi pembahasan
3.      Memberikan tes tulis
4.      Memeriksa hasil kerja siswa
5.      Memberikan tes lisan yang penilaiannya bersdasarkan kecermatan dan akurasi jawaban yang diberikan.
3.2.5        Mempersiapkan Sarana Pembelajaran
Sarana utama adalah teks/naskah berita dan media massa cetak. Dengan :
-          Menginventarisasi jenis-jenis kesulitan menganalisis yang dialami siswa
-          Menginventarisasi jenis kesalahan menganalisis yang dialami siswa.
-          Mengkaji bahan ajar dan kurikulum, silabus untuk melihat kesinambungan materi.
3.2.6        Mempersiapakan Sarana Penunjang
Sarana penunjang yang dibutuhkan meliputi :
-          Media cetak (surat kabar, tabloid, majalah) yang di dalamnya memuat berita yang kemudian siswa diminta untuk menentukan gagasan utama dari tiap topik berita yang dibaca.
-          Tape recorder  untuk mendengarkan berita saat materi meyimak, (tes lisan)
-          Ruang kelas yang representativ dan kondusif


3.2.7        Mempersiapkan Instrumen penelitian Observasi proses dan kegiatan
-          Camera analog atau digital
-          Kertas untuk mencatat hal-hal khusus selama proses pembelajaran berlangsung
-          Angket yang diberikan kepada siswa.
3.2.8        Instrumen Pengukur Hasil Belajar
-          Soal tes hasil belajar / ulangan
-          Blanko pencatat kesalahan menentukan dan merumuskan gagasan utama dari tugas siswa yang di temui pada kertas jawaban siswa.
-          Blanko untuk mencatat kesalahan-kesalahan serta ketidakpahaman siswa dalam memberikan jawaban melalui tes lisan.

Daftar Pustaka
Atikah Anindyarini. 2008. Bahasa Indonesia untuk SMP/MTs. Kelas VIII. Jakarta : Pusat Perbukuan Depdiknas
Sutopo Maryati. 2008. Bahasa dan Sastra Indonesia 1 untuk SMP/MTs. Kelas VII. Jakarta : PT. Gramedia
Hamalik Oemar. 2002. Psikologi Belajar Mengajar. Bandung : Sinar Baru Algesindo Offset Bandung
Arcana I Nyoman. 2006. Penelitian Tindakan Kelas. Surabaya : Universitas Katolik Widya Mandala




























RENCANA ANGGARAN KEGIATAN
PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK)
MTs. AL FATAH BADAS



No.
Rincian Penggunaan Dana
Jumlah ( Rp )
1.
Pembekalan TOT PTK/S
-

- Honor Peneliti
Rp. 75. 000,-
2.
Biaya habis pakai /ATK


- Kertas HVS A4 70 gram 1 rem @ Rp 34. 000
Rp. 34.000,-

- Tinta black e-print
Rp. 35.000

- Back up data CD 2 keping @ Rp 2. 500
Rp. 5.000,-

- Foto kopi angket siswa 3 lbr x 33 siswa
Rp. 9.900,-

- Cetak foto kegiatan 7 lbr x 4 R
Rp.0,-
3.
Laporan


- Penulisan Daraf
Rp. 7.000,-

- Penjilidan laporan asli @1eks
Rp. 20.000,-

- Penggandaan laporan  +  penjilidan @4 eks
Rp. 200.000,-
Jumlah pengguaan dana
Rp. 383.900


                                                                                                Badas, 14 Januari 2011
        Kepala Madrasah,                                                            Peneliti,




M. THOHA HAMID, S.Pd.I                                 AHMAD SAIRI, S.Pd.                                                        

Tidak ada komentar:

Posting Komentar