PROPOSAL
Pemanfaatan Media Cetak Untuk Memperkaya Pemahaman
Materi Gagasan Utama Teks Bacaan
“di KELAS VII A MTs. AL FATAH” Melalui model Pembelajaran
Kerja Kelompok
Written
By :
AHMAD
SAIRI, S.Pd
Masalah
yang dipecahkan
Rendahnya
hasil belajar Bahasa Indonesia bidang ketatabahasaan “materi gagasan utama teks
bacaan.”
Tujuan
Memperkaya
pemahaman ketatabahasaan materi gagasan utama teks bacaan
Tindakan
untuk mengatasinya
Mewajibkan
siswa membaca lima judul artikel dari surat kabar dan menemukan
gagasan utamanya di rumah.
Tempat
Penelitian
(
MTs. Al Fatah Badas Kediri)
I.
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Salah satu materi Bahasa Indonesia bidang ketatabahasaan pada kelas VII
MTs. Al Fatah adalah menemukan gagasan utama dalam teks bacaan tersebut.
Dalam materi ini diuraikan tentang jenis-jenis paragraf, ciri-ciri kalimat
utama, serta letak sebuah gagasan utama-penjelas dan merumuskan gagasan utama
dari kalimat utama/topic sebuah paragraf. Tidak jauh berbeda dengan sekolah dan
madrasah yang lain, di MTs. Al Fatah juga diadakan ulangan harian setiap materi
pokok selesai dibahas, bahkan setiap akhir pertemuan selalu diadakan tes-tes
secara lisan untuk mengukur sejauh mana siswa dapat menyerap materi yang telah
diberikan oleh guru mata pelajaran. Pada semester genap tahun pelajaran
2008/2009 hasil ulangan harian menemukan kalimat utama dan merumuskan gagasan
utama dalam tiap paragraf yang ditemukan sangat tidak memuaskan. Bahkan, sudah
dibentuk model ulangan dan latihan yang sedemikian variatifnya, juga belum
memperoleh hasil yang optimal, seperti contoh siswa diminta untuk membaca teks
bacaan yang paling disukai, dan melihat langsung contoh yang ditempelkan di
papan tulis, juga tidak banyak membantu. Dari tes lisanpun juga demikian, dari
jumlah total 43 siswa, hanya 35 % yang mampu menjawab dengan tepat, itupun
butuh panduan khusus untuk dapat menjawabnya sisanya 65% tidak dapat menjawab
dengan benar, meskipun benar hanya kebetulan menebak saja atau mendapat bantuan
dari temannya yang sudah lebih dahulu paham.
1.2 Rumusan Masalah dan Rencana Pemecahannya.
1.2.1 Rumusan Masalah
- Bagaimana memperkaya pemahaman materi gagasan utama di kelas VII A MTs. Al Fatah melalui metode pembelajaran kerja kelompok
- Bagaimana cara menentukan jenis paragraf untuk menemukan gagasan utama dalam teks
1.2.2
Rencana
pemecahan masalah
Kurangnya motivasi dan minat belajar siswa dalam
bidang ketatabahasaan khususnya dalam menemukan dan memprediksikan sebuah
gagasan utama, disebabkan oleh penjelasan guru yang sulit dicerna oleh siswa,
guru lupa mendefinisikan hal-hal/istilah asing terkait dengan gagasan utama
dalam paragraf dan kurang detail dalam menjelaskan serta bagaimana cara paling
gampang dalam menentukan gagasan utama dalam paragraf. Di samping itu, siswa
enggan untuk mengajukan pertanyaan meskipun tidak paham dengan materi yang
disampaikan, guru juga kurang peka dan kurang mampu memprovokasi siswanya untuk
berani dan mencoba bertanya, dan siswa sering mencari celah untuk berkomunikasi
sesama mereka karena tak kunjung menangkap materi yang sedang diberikan hingga
berujung pada kebosanan. Menemukan dan menentukan sebuah gagasan utama dalam
paragraf membutuhkan kecermatan dan ketelitian yang sangat tinggi, karena di
situ siswa dihadapi langsung dengan beberapa kalimat myang notabene hamper sama
antara kalimat utama dan kalimat penjelas. Siswa belum benar-benar paham
tentang perbedaan kalimat utama dan penjelas. Mayoritas siswa Cuma mampu
menentukan letak sebuah gagasan utama yang bersifat gambling atau menebak antara di awal dan di akhir paragraf.
1.3 Perumusan Hipotesis
Jika proses pembelajaran kelompok materi
gagasan utama teks bacaan dilakukan dengan
memanfaatkan media cetak maka
dapat menambah pemahaman siswa dalam menentukan gagasan utama dalam teks
bacaan.
Sedangkan, apabila rumusan
masalah kedua yang dipilih maka dapat dibuat hipotesis sebagai berikut :
Pembelajaran Bahasa Indonesia
bidang ketatabahasaan akan lebih mudah dicerna siswa jika guru menggunakan dan
memanfaatkan media pembelajaran yang sesuai dan menerapkan pemebelajaran kerja
kelompok yang saling mengisi satu sama lain.
1.4 Tujuan
1.4.2
Tujuan
Khusus
Ø
Memperkaya pemahaman siswa pada ketatabahasaan
Bahasa Indonesia materi gagasan utama dalam teks bacaan.
Ø
Meningkatkan motivasi siswa dalam belajar
kelompok untuk dapat saling berinteraksi dan berdiskusi tentang materi yang
sedang dikerjakan.
1.4.3
Tujuan Umum
Ø
Meningkatkan pemahaman tentang bidang
ketatabahasaan khususnya materi gagasan utama.
Ø
Meningkatkan kualitas belajar-mengajar Bahasa
Indonesia
Ø
Membiasakan para siswa untuk terlatih dan
termotivasi membaca media yang dimanfaatkan dalam materi tersebut.
1.5 Indikataor Keberhasilan
Sebagai indikator tercapainya tujuan adalah :
1.
Minimal 80% siswa memahami ciri-ciri gagasan utama dan
dapat menentukannya.
2.
Minimal 70 % Siswa termotivasi dalam kegiatan membaca
artikel di surat kabar dan tergerak untuk mencari gagasan utamanya.
1.6 Manfaat
Hasil penelitian mempunyai manfaat bagi siswa, guru, maupun sekolah
1.6.2
Manfaat bagi
siswa
Ø
Siswa terbiasa membaca artikel-artikel yang
terdapat dalam surat
kabar
Ø
Siswa dengan semangat akan mengikuti pelajaran
Bahasa Indonesia karena senang dengan model pembelajarannya.
Ø
Pengetahuan siswa tentang khasanah ketatabahasaan
Bahasa Indonesia bertambah luas.
Ø
Siswa jadi lebih agresif dan interaktif dalam
berkomunikasi antarteman sekelompok.
1.6.3
Manfaat bagi
guru
Ø
Dari hati nurani seorang guru yang paling dalam
akan tumbuh rasa percaya diri dan akan terus melakukan perbaikan-perbaikan
dalam proses belajar-mengajar.
Ø
Wawasan guru semakin bertambah luas baik dalam
hal materi maupun metode pembelajaran
1.6.4
Manfaat bagi
madrasah
Ø
Terciptanya atmosfir yang kondusif dalam bidang
penelitian tindakan kelas, yang pada ujungnya akan meningkatkan mutu dan
kualitas pendidikan di sekolah tersebut.
II. KERANGKA TEORI
2.1 Srategi Pembelajaran
Strategi pembelajaran merupakan usaha untuk memperoleh
kesuksesan dan keberhasilan dalam mencapai tujuan. Dalam dunia pendidikan strategi
dapat diartikan sebagai a plan, method,
or series of activities designed to achives a particular educational goal
diterjemahkan. Strategi pembelajaran dapat diartikan sebagai perencanaan yang
berisi tentang rangkaian kegiatan yang di desain untuk mencapai tujuan
pendidikan tertentu. Strategi pembelajaran termasuk penggunaan metode dan
pemanfaatan berbagai sumber daya atau kekuatan dalam pembelajaran yang disusun
untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam hal ini adalah tujuan pembelajaran ( J.
R. David 1976 dalam TOT PTK/S PW LP
Ma’arif NU Jawa Timur , 2008 : 3).
2.2 Metode kerja kelompok
Metode kerja kelompok atau bekerja dalam situasi
kelompok mengandung pengertian bahwa
siswa dalam satu kelas dipandang sebagai satu kesatuan (kelompok) tersendiri
atau dibagi atas kelompok-kelompok kecil (sub-sub kelompok). Kelompok dapat
dibuat berdasarkan :
a.
Perbedaan individual dalam kemampuan belajar, terutama
jika kelas tersebut sifatnya heterogen dalam belajar.
b.
Perbedaan minat belajar, dibuat kelompok yang terdiri
atas siswa yang punya minat yang sama.
c.
Pengelompokkan berdasarkan jenis pekerjaan yang akan
kita berikan.
d.
Pengelompokkan atas dasar wilayah tempat tinggal siswa
yang tinggal dalam satu wilayah dan dikelompokkan dalam satu kelompok, sehingga
memudahkan koordinasi kerja.
e.
Pengelompokkan secara random atau dilotre, tidak
melihat factor-faktor lain.
f.
Pengelompokkan atas dasar jenis kelamin, ada kelompok
pria dan kelompok ( Penelitian
Tindakan Kelas/Sekolah LP Ma’arif NU Jawa Timur, 2008 : 27)
Kalau di lihat dari segi proses kerjanya maka kerja
kelompok ada dua macam, yaitu kelompok jangka pendek dan kelompok jangka
panjang.
1.
Kelompok jangka pendek , artinya jangka waktu untuk
bekerja dalam kelompok tersebut hanya pada saat itu saja, jadi sifatnya
incidental.
2.
Kelompok jangka panjang, , artinya proses kerja dalam
kelompok itu bukan hanya pada saat itu saja, mungkin berlaku untuk satu periode
tertentu sesuai sesuai dengan tugas/masalah yang akan dipecahkan.
2.3 Belajar kelompok
(Hamalik, 2003
: 155) menyatakan bahwa suatu kelompok yang efektif memiliki unsur-unsur
sebagai berikut :
Ø
Adanya bermacam-macam kebutuhan para anggotanya
yang dinyatakan dalam bentuk permasalahan.
Ø
Para anggota
mempunyai masalah yang dipahami mereka.
Ø
Masalah-masalah itu diajukan dalam bentuk
sejumlah pertanyaan tentang nilai yang mengakibatkan timbulnya berbagai jawaban
yang berbeda-beda.
Ø
Kelompok memiliki tujuan tertentu yangsekaligus
menjadi tujuan anggota.
Ø
Tiap individu bertanggung jawab memberikan
sumbangan tertentu untuk mencapai tujuan kelompok.
Ø
Ada
proses pertukaran pendapat dan pengalaman dalam kelompok.
Unsur-unsur tersebut menyebabkan dinamika kelompok yag mempengaruhi sikap
dan perilaku kelompok sendiri.
II.
METODE
PENELITIAN
3.1 Latar/Setting penelitian
Subyek yang menjadi sasaran dalam
penelitian ini adalah siswa kelas VII A MTs. Al Fatah Badas. MTs. Al Fatah ini
berada di tengah-tengah pusat pemerintahan Kecamatan Badas berdekatan jalan
raya jalur lintas kabupaten. Di sebelah timur madrasah terdapat pasar induk, di
sebelah utara terdapat kantor PC NU Kecamatan Badas yang masih memiliki ikatan
emosional dengan MTs. Al Fatah, karena madrasah ini merupakan lembaga yang bernaung
di bawah Lembaga Pendidikan Ma’arif NU yang berbasis Ahlusunnah wal Jama’ah. Di jalan menuju kantor pusat MTs. Juga
terdapat sebuah leashing yang
bergerak di bidang perkreditan yaitu Bank Central Artha. Dari letak
geografisnya pun MTs. Al Fatah juga tidak satu latar, maksudnya antara local
kelas 9 dengan local kelas 7 dan 8 sedikit berjauhan, kurang lebih 250 meter di
sebelah utara kantor pusat. Hal juga salah satu factor penghambat dalam system
koordinasi siswa.
Siswa-siswi MTs. Al Fatah pada umumnya
berasal dari SD/MI di sekitar Kecamatan Badas. Namun, 5 % siswa juga ada yang
berasal dari luar desa, kecamatan, bahkan luar kota
Kediri. Karena
system penjaringan siswa baru di MTs. Al Fatah tidak menggunakan rating pada
nilai hasil ujian akhir, maka semua pendaftar diterima dan ditampung untuk
kemudian dipilah-pilah berdasarkan kompetensi siswa dan jenis kelamin. Akibatnya,
kemampuan akademis dan ekonomi, social dan peranan orang tua dalam pendidikan
anak sangat beraneka ragam.
Kelas VII MTs. Al Fatah memiliki
tiga rombongan belajar, mulai dari kelas VII A, VII B, dan VII C. Di kelas VII
A jumlah siswa mencapai 33 orang laki-laki berjumlah 15 dan perempuan berjumlah
18. Dalam pelajaran Bahasa Indonesia tahun lalau, khususnya materi gagasan
utama, hanya sekitar 35% siswa yang mampu memperoleh nilai ulangan harian lebih
dari 60.
3.2 Persiapan penelitian
Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan model
yang telah dikembangkan Kemmis dan Taggart. Kemmis dan Taggart (1988) dalam
Arcana menyatakan bahwa Prosedur penelitian meliputi serangkaian siklus yang
saling terkait (berkesinambungan). Setiap siklus mencakup empat tahapan,
anatara lain :
Ø
Persiapan tindakan
Ø
Pelaksanaan tindakan
Ø
Observasi/evaluasi
Ø
Refleksi
Setelah satu siklus berakhir, dilanjutkan dengan siklus
berikutnya dengan memanfaatkan hasil refleksi pada siklus sebelumnya.
3.2.1
Penyiapan
Skenario Pembelajaran
Skenario pembelajaran berupa langkah-langkah yang akan
ditempuh dalam pembelajaran di kelas nyata. Scenario ini dituangkan dalam
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Pada RPP tercantum satuan pendidikan,
mata peajaran, kelas/semester, standar kompetensi, kompetensi dasar, alokasi
waktu, tujuan pembelajaran, indicator pencapaian, sumber belajar, alat
pembelajaran, pengalaman belajar, kegiatan inti, dan evaluasi.
3.2.2
Mempersiapakan
sarana pendukung
Sarana pendukung yang dibutuhkan dalam pelaksanaan
pembelajaran ini adalah :
Ø
Lembar Kerja Siswa (LKS)
Ø
Buku pegangan siswa (buku paket)
Ø
Media cetak (surat kabar)
Ø
Kertas untuk menuliskan catatan-catatan kecil.
Dalam penelitian tindakan kelas ini tidak diperlukan
persiapan khsus mengenai interior kelas. Posisi meja-kursi akan diatur
bersama-ssama dengan siswa. Waktu dan proses KBM yang lain juga berjalan
sebagaimana mestinya. Tidak ada yang prioritas dalam hal ini.
3.2.3
Mempersiapkan
instrument penelitian
Instrumen penelitian yang disiapkan meliputi
perlengkapan untuk observasi proses/kegiatan. Yaitu, instrumen pengukuran hasil
belajar, dan instrumen untuk refleksi.
3.2.4
Perencanaan
langkah-langkah yang akan dilakukan di kelas nyata.
1.
Mengulas kembali jenis-jenis paragraph dan cara
menentukan dan merumuskan gagasan utama sesuai dengan pokok bahasan pada satu
kali pertemuan di kelas. Ulasan meliputi :
2.
Menjelaskan materi berita dan memfokuskan materi
pembahasan
3.
Memberikan tes tulis
4.
Memeriksa hasil kerja siswa
5.
Memberikan tes lisan yang penilaiannya bersdasarkan
kecermatan dan akurasi jawaban yang diberikan.
3.2.5
Mempersiapkan
Sarana Pembelajaran
Sarana utama adalah teks/naskah berita dan media massa cetak. Dengan :
-
Menginventarisasi jenis-jenis kesulitan menganalisis
yang dialami siswa
-
Menginventarisasi jenis kesalahan menganalisis yang
dialami siswa.
-
Mengkaji bahan ajar dan kurikulum, silabus untuk
melihat kesinambungan materi.
3.2.6
Mempersiapakan
Sarana Penunjang
Sarana penunjang yang dibutuhkan meliputi :
-
Media cetak (surat kabar, tabloid, majalah) yang di
dalamnya memuat berita yang kemudian siswa diminta untuk menentukan gagasan
utama dari tiap topik berita yang dibaca.
-
Tape recorder untuk mendengarkan berita saat materi
meyimak, (tes lisan)
-
Ruang kelas yang representativ dan kondusif
3.2.7
Mempersiapkan
Instrumen penelitian Observasi proses dan kegiatan
-
Camera analog atau digital
-
Kertas untuk mencatat hal-hal khusus selama proses
pembelajaran berlangsung
-
Angket yang diberikan kepada siswa.
3.2.8
Instrumen
Pengukur Hasil Belajar
-
Soal tes hasil belajar / ulangan
-
Blanko pencatat kesalahan menentukan dan merumuskan
gagasan utama dari tugas siswa yang di temui pada kertas jawaban siswa.
-
Blanko untuk mencatat kesalahan-kesalahan serta
ketidakpahaman siswa dalam memberikan jawaban melalui tes lisan.
Daftar Pustaka
Atikah Anindyarini. 2008. Bahasa
Indonesia untuk SMP/MTs. Kelas VIII. Jakarta
: Pusat Perbukuan Depdiknas
Sutopo Maryati. 2008. Bahasa dan
Sastra Indonesia
1 untuk SMP/MTs. Kelas VII. Jakarta
: PT. Gramedia
Hamalik Oemar. 2002. Psikologi
Belajar Mengajar. Bandung : Sinar Baru
Algesindo Offset Bandung
Arcana I Nyoman. 2006. Penelitian
Tindakan Kelas. Surabaya
: Universitas Katolik Widya Mandala
RENCANA ANGGARAN KEGIATAN
PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK)
MTs. AL FATAH BADAS
No.
|
Rincian Penggunaan Dana
|
Jumlah ( Rp )
|
1.
|
Pembekalan TOT
PTK/S
|
-
|
- Honor Peneliti
|
Rp. 75. 000,-
|
|
2.
|
Biaya habis pakai /ATK
|
|
- Kertas HVS A4 70 gram 1 rem @ Rp 34.
000
|
Rp. 34.000,-
|
|
- Tinta black e-print
|
Rp. 35.000
|
|
- Back up data CD 2 keping @ Rp 2. 500
|
Rp. 5.000,-
|
|
- Foto kopi angket siswa 3 lbr x 33
siswa
|
Rp. 9.900,-
|
|
- Cetak foto kegiatan 7 lbr x 4 R
|
Rp.0,-
|
|
3.
|
Laporan
|
|
- Penulisan Daraf
|
Rp. 7.000,-
|
|
- Penjilidan laporan asli @1eks
|
Rp. 20.000,-
|
|
- Penggandaan laporan +
penjilidan @4 eks
|
Rp. 200.000,-
|
|
Jumlah pengguaan dana
|
Rp.
383.900
|
|
Badas,
14 Januari 2011
Kepala Madrasah, Peneliti,
M. THOHA HAMID, S.Pd.I AHMAD
SAIRI, S.Pd.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar